Class Action Pertama Warga Terdampak PT Greend Field, Masyarakat Kabupaten Blitar Bukan Anti Investasi

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Class Action pertama warga masyarakat di sejumlah desa 3 Kecamatan seperti desa Ngadirenggo,Tegalasri, Balerejo dan sekitarnya yang kesal akibat pencemaran lingkungan yang ditimbulkan peternakan sapi perah PT Green Field memprotes keras dan menempuh jalur hukum melalui kuasanya (JTM) Joko Trisno Mudianto & Rekan, 258 KK sebagai warga terdampak melalui perwakilanya menguasakan persoalan ini dan telah mengirim surat gugatan ke Pengadilan Negeri Blitar tertanggal 07/7/21 itu yang disampaikan Hendi Priono SH.MH. kepada wartawan Sabtu malam (11/07/21) di kediamanya perum Kalimas Kelurahan Pakunden Kota Blitar.

Hendi Priono atas nama JTM & Rekan mengatakan, dalam surat gugatan itu adalah perbuatan melawan hukum PT.Green Field atas pencemaran lingkungan berkelanjutan menuntut agar perusahaan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai sesuai kapasitas usaha, mengembalikan fungsi dan memulihkan lingkungan, serta masyarakat terdampak mendapatkan kompensasi atas kerugian materiil akibat pencemaran lingkungan limbah yang mengalir ke hilir sungai.

” Kami JTM menggugat PT.Green Field sebagai tergugat utama, Gubernur Jatik turut tergugat 1, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi turut tergugat ke 2,”ungkap Hendi.

Selama ini masalah pencemaran lingkungan peternakan sapi PT. Green Field sudah menimbulkan keresahan dan masyarakat sering berunjuk rasa, dan atas keluhan warga terdampak, JTM selaku kuasa hukum warga membawa masalah ini berbeda dengan yang lainnya, gugatan Class Aktion, ini dimaksudkan agar menjadi pembelajaran bagi investor atau pelaku usaha lainya yang melanggar ketentuan berusaha, yang berakibat pencemaran lingkungan.

“Harapan yang ingin kita capai adalah bukan soal pencabutan ijin bukan kewenangan, karena itu bukan ranahnya PN, dengan tuntutan ini bila dikabulkan oleh Pengadilan, dan provinsi tidak menjalankan putusan maka ini akan menjadi bukti tuntutan, dan akan menjadi sengketa Pra Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN),”pungkasnya.

Diberitakan media ini sebelumnya, pencemaran lingkumgan limbah PT.Green Field limbah yang mengalir dari hulu sungai dibawahnya diantaranya adalah  sungai Genjong selain bau busuk, air sungai yang tercemar juga banyak busa, areal pertanian rusak, petani ikan rugi karena ikan banyak yang mati. (za/mp)