Hamili Anak Angkat, Oknum PNS Dishub Kabupaten Blitar Terancam 15 Tahun Penjara

.MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Blitar– Hamili Anak Angkat, Oknum PNS Dishub Kabupaten Blitar terancam 15 tahun penjara.

Siapa menanam bakal menuai, bila yang kita tanam adalah janin dari perbuatan cabul, maka akan menerima ganjaran masuk terali besi, itulah yang dilakukan oleh F alias AAG oknum PNS staf Dishub Kabupaten Blitar. Ayah angkat bertabiat bejat ini nekat menggauli anak angkatnya Melati lantaran pengaruh minuman keras.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Eko Fanani mengatakan atas kelakuan ayah.angkat bejat berinisial F alias AAG terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dijerat undang undang perlindungan anak.

“Penyidik Satreskrim Polres Blitar melalui Unit PPA, telah berhasil mengungkap kasus pencabulan yaitu persetubuhan antara ayah dengan anak angkatnya sampai korban hamil, kemudian digugurkan atas permintaan tersangka,” ujar AKBP Fanani .(10/10/20).

Baca Juga : Dalami Kasus Cabul, Polisi Akan Ungkap Praktik Aborsi di Blitar

Lanjut Kapolres, peristiwa ini bermula saat tersangka pulang kerja, dalam kondisi mabuk menuju rumah korban Melati yang rumahnya berdekatan di Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi.

Si pelaku ini menghampiri korban yang sedang bermain HP sambil tiduran di kursi dipeluk, dirayu agar mau diajak berhubungan badan sebagai imbalan atas biaya sekolahnya, sejak SMP sampai SMA,” beber Fanani.

Dihadapan penyidik tersangka juga mengaku akan bertanggung jawab dan menikahi Melati, tetapi setelah memgandung, pelaku ingkar janji tak menginginkan janin tak berdosa ini sampai lahir, selanjutnya Melati oleh tersangka dibawa ke salah satu rumah di salah satu daerah di Kecamatan Sutojayan untuk menggugurkan kandungan yang sudah berusia hampir 4 bulan.

“Ditempat ini korban diberi obat untuk menggugurkan janin yang dikandungnya, dengan diberi pil untuk diminum dan dimasukkan melalui alat vital sampai kehamilannya gugur,” papar AKBP Fanani.

Selanjutnya tersangka yang bekerja sebagai PNS di Dishub Kabupaten Blitar ini ditahan, serta diperiksa untuk pengembangan adanya dugaan praktik aborsi ilegal. “ Ini yang sedang kami dalami penyelidikannya oleh Satreskrim, termasuk membongkar kuburan janin yang digugurkan. Serta meminta keterangan saksi ahli, mengenai tindakan penguguran dengan pemberian obat,” tandasnya.

Sementara itu dari pengakuan tersangka F alias AAG ketika ditanya mengapa tega menghamili anak angkatnya sendiri, tersangka mengaku tidak sadar karena pengaruh alkohol dan mabuk berat, tersangka juga tak tahan melihat body molek melati, sehingga tak kuasa menahan birahi.

“Memang saya dalam kondisi mabuk sehabis minum miras jenis vodka dan tidak sadar, sampai tega menggauli Melati yang yatim piatu ini karena bernafsu untuk melampiaskan syafwatnya,” kata tersangka

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut, tersangka yang beberapa bulan lagi akan pensiun ini dijerat pasal 81 UU No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 5 miliar,” imbuhnya. (za)

Leave a Comment