Warga Ubud Village Ciledug Minta Pihak Develover Dengar Keluhan Mereka

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang– Warga perumahan Ubud Village Ciledug mengatkan jalan rusak dan tanggul yang jebol akibat longsor di perumahan mereka adalah bukan kabar burung.

Megapolitanpos.com berkesempatan mendatangi Perumahan Ubud Village, Minggu (04/07/2021) untuk menemui Budy Hary Kurnia selaku perwakilan warga.

Budy menjelaskan, bahwa keadaan dan kondisi tanggul di dalam perumahan Ubud Village sudah tidak layak.

“Air masuk dari sini (tanggul yang jebol) akibat longsor sampai ke perumahan warga, bahkan banyak mobil yang terendam,” jelasnya.

Lanjut Budy, kejadian banjir tersebut yaitu tanggal 01 januari 2020.

“Bahwa inilah kenyataan yang sebenarnya, memang tanggulnya sudah tidak layak,” ujar Budy.

Ia juga menegaskan bahwa developer (PT. Trinity) sampai saat ini lepas tangan.

“Ini keluhan masyarakat, harapannya juga Pemkot Tangerang segera ambil alih wilayah kami, agar kami terlepas dari masalah banjir dan penerangan jalan kami kembali terang, begitu pun jalan-jalan kembali baik dan tidak berlobang,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Santriano warga Perumahan Ubud Village. Ia mengaku perbaikan tanggul yang jebol dan jalan yang rusak selama ini swadaya dari masyarakat.

Baca Juga : Kerab Kebanjiran, Warga Ubud Village Ciledug Mengadu Ke DPRD Kota Tangerang

“Kami pernah bikin tanggul sampai Rp 10 juta atas swadaya warga sini, dan jalan rusak pun kami yang melaksanakan perbaikan. Tapi tahu sendiri untuk anggaran swadaya terbatas. Kami ingin berbincang sama pihak Trinity,” tutupnya.

Dari pantauan megapolitanpos.com, tanggul sepanjang perumahan Ubud Village yang mengalami jebol, sebagian ditahan oleh karung pasir dan masih banyak jalan yang berlubang di kawasan tersebut.

Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak PT. Trinity, dan kantor PT. Trinity yang berada di kawasan perumahan Ubud Village pun terpantau sepi. (AL)