Ada Kluster Zaroh Wali, 11 Warga di Kecamatan Talun Dinyatakan Reaktif Covid-19 

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Sepulang mengadakan acara Zaroh 5 Wali di Jawa Timur, sebanyak 11 orang peziarah dari warga Desa Tumpang dan Desa Jeblog Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, diketahui terkonfirmasi positif Covid 19, pernyataan ini disampaikan oleh Camat Talun Endro Riyadi, S.Sos.MM. Kamis (01/07/21).

Kepada wartawan Camat Talun menjelaskan, rombongan sebanyak 50 orang ini pada tanggal (20/06/21) mengadakan acara Zaroh Wali di Jawa Timur, sepulang dari acara Zaroh pada tanggal ( 28/06/21) ada salah satu orang peserta dalam satu keluarga mengalami gejala gejala yang mengarah terkena Virus Covid 19, satu orang dalam satu keluarga sebanyak 7 orang selanjutnya dilakukan tracing, hari ini sudah keluar hasilnya 4 orang dinyatakan reaktif.

“Setelah seorang ada yang sakit dengan gejala Covid 19 maka 6 orang lainya yang masih dalam 1 keluarga dilakukan tracing rapit anti gen, satu keluarga ini dilakukan swab antigen, 4 orang hari ini keluar hasil dinyatakan reaktif, sementara yang 3 lainya masih menunggu,” kata Endro.

Selanjutnya sebanyak 4 orang dari rombongan Zaroh Wali warga desa Jeblok saat ini juga sudah dilakukan tracing dan rapit anti gen di puskesmas Talun, namun masih menunggu hasil swab, selanjutnya warga terkonfirmasi diharuskan isolasi, namun karena kapasitas tempat isolasi di LEC Garum penuh, maka mereka harus menjalani Isoman di rumah.

“Untuk saat ini sedang dilakukan Lock Down lokal dua RT agar tidak terjadi penyebaran ke lingkungan sekitarnya, baik di desa Tumpang dan desa Jeblok di lokalisir,” tandasnya.

Selanjutnya dari rombongan meskipun belum ada konfirmasi sakit sepulang Zaroh semua harus melakukan swab PCR di Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi, pelacakan terus dilakukan untuk mengetahui alamat rombongan.

Gugus tugas tingkat Kecamatan terus bergerak melakukan pendataan cek kesehatan tes swab, sedangkan lingkungan yang semi Lock Down.

“Untuk kebutuhan selama isolasi mandiri kami minta Depala Desa masing-masing agar masyarakat bergotongroyong bersama desa, kami sudah intruksikan ke bawah dan Kepala Desa menyatakan bersedia membantu selama isolasi mandiri 14 hari,untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 masyarakat agar mematuhi prokes 5 m,” pungkasnya. (za/mp)