Selama Masa Pandemi, Agar Peternak Tidak Gulung Tikar Banyak Upaya ditempuh Dinas Peternakan Kabupaten Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar -Dinamikan Dinas Peternakan, Perikanan Kelautan Kabupaten Blitar selama pandemi Covid 19 dituntut kerja extra dalam memenuhi kebutuhan untuk peningkatan gizi hewani seperti telur,daging sapi ayam dan ikan air tawar maupun ikan laut, mahalnya ransum pabrikan seringkali menjadi traumatis para petani peternak, hasil produksi yang tidak sebanding membuat mereka merugi, dan ini menjadi konsekwensi Dinas setempat berupaya keras mencari solusi terbaik jangka pendek, ini yang di sampaikan oleh Drh. adi Andaka Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kelautan Kabupaten Blitar pada Kamis (24/06/21) kepada wartawan dihubungi via Phonselnya.

Adi Andaka Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kelautan Kab.Blitar

Selama masa pandemi semua usaha kusunya sektor peternakan dan perikanan di Blitar sangat terpuruk, seperti harga telur misalnya, karena Kabupaten Blitar sebagai daerah sentra ayam petelur, ketidak stabilan harga menjadi tugas penting Dinas tersebut, bagaimana menstabilkan harga semua komoditi peternakan, misalnya dengan program bantuan pangan non tunai,PKH.

“Inilah yang sangat membantu para peternak, sehingga di Kabupaten Blitar masih mampu bertahan,” kataAdi Andaka.

Masa pandemi menjadikan tantangan besar dinas peternakan, selain bagaimana menstabilkan harga dengan langkah terobosan baru, menggandeng owner untuk pemasaran diluar kota, Adi Andaka juga mengharapkan kepada para peternak agar bisa membuat pakan mandiri, sejalan dengan harapan itu, Dinas telah mempersiapkan perangkat lunaknya seperti mendatangkan seperangkat alat laboratorium.

” Dengan laboratorium yang ada, petani peternak bisa meracik bahan ransum dengan komposisi takaran yang berimbang, sehingga bagus untuk pakan ternak, setelah petani bisa memproduksi pakan sendiri, tidak mengandalkan pakan pabrikan otomatis menekan cost pakan,”jletrehnya.

Selain bisa untuk mencukupi ternak sendiri, pakan mandiri juga berpeluang besar untuk dipasarkan,

“Usaha peternakan sangat dipengaruhi oleh total biaya pakan yang dikeluarkan, dimana biaya pakan dapat mencapai 60-70% dari seluruh biaya produksi. Bahan pakan yang akan digunakan harus melalui tahap diuji, secara fisik, kimia dan bioligis sehingga pakan yang diberikan pada ternak memenuhi standar yang telah ada,” pungkasnya.(za/adv.kmf/mp)

Leave a Comment