Kak Seto Bangga Atas Prestasi Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Ungkap Kasus Eksploitasi Seks Anak

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Dr. Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kak Seto merasa terharu dan bangga atas apa yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) terutama pada Subdit Renakta yang menorehkan prestasi dalam pengungkapan kasus ekploitasi seks terhadap anak dibawah umur.

“Selamat buat Pak Kapolda Metro Jaya, Pak Dirreskrimum, Pak Kasubdit Renakta semoga penghargaan dari kami menjadi motivasi dalam mengabdi di Polri,” cetus Kak Seto kepada wartawan saat memberikan penghargaan kepada jajaran Polda Metro Jaya atas prestasi tersebut, di Gedung Ditreskrimum Polda Metro, Jakarta, Jum’at (18/6).

Menurut Kak Seto, Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro telah mengukir prestasi yang luar biasa dalam pengungkapan dan penanganan kasus eksploitasi seks yang melibatkan Anak dibawah umur, yang kurang lebih korbannya mencapai 600-an Anak

“Semoga jajaran Polda Metro Jaya melalui Ditreskrimum dan Subdit Renakta semakin gencar menyelamatkan anak dari berbagai kekerasan anak,” ujar Kak Seto yang juga selaku Ketua Umum Gernas Polsana (Gerakan Nasional Polisi Sahabat Anak) dan aktif dalam mengampanyekan ‘Stop Perbudakan Seks Anak’.

Untuk diketahui, Kasubdit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto, menyebutkan bahwa sepanjang 2020-2021, Subdit Renakta Polda Metro Jaya berhasil menyelamatkan hampir 600 orang anak.

“Itu untuk anak-anak yang di bawah umur pun selama 2020 dan 2021 itu yang terselamatkan oleh Subdit Renakta saja hampir 500, hampir 600 orang,” kata Pujiyarto pada Senin (25/5).

Setelah menerima penghargaan, Pujiyarto menyampaikan pesan kepada masyarakat khususnya orang tua agar senantiasa mengawasi anak-anaknya dari upaya tindakan kejahatan dan penggunaan gadget (perangkat seluler).

“Tetap awasi anak-anak khususnya penggunaan media sosial, WhatsApp, Instagram, Mi-Chat, untuk mengurangi penyalahgunaan bujuk rayu para muncikari,” ucapnya.

“Dan apabila ada perubahan perilaku anak tentang gaya hidup, peningkatan secara mendadak baik pakaian dan gadget supaya menjadi perhatian,” tandas pria yang pernah menempuh sekolah pendidikan Guru ini.(Anton)

Leave a Comment