Sahroni Sebaiknya Urus Kasus Pelanggaran HAM, Bukan Jalur Sepeda

Megapolitanpos.com. Jakarta- Beberapa minggu belakangan ini jagat maya riuh dengan keberadaan jalur khusus sepeda roadbike. Yang kemudian di komentari Wakil Ketua komisi III DPR Ahmad Sahroni pada rapat dengar pendapat dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam rapat itu Sahroni meminta agar Kapolri membongkar jalur sepeda di sepanjang jalur MH. Thamrin hingga Sudirman. Menurutnya jalur sepeda ini menimbulkan isu diskriminasi.

Pernyataan ini menurut Agung Nugroho, inisiator Goweser Anak Jakarta (GAJ) bukan solusi bijak dari polemik yang muncul.

Keberadaan jalur sepeda terproteksi di Jakarta, selain mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas juga mengurangi tingkat polusi udara ibukota.

“Di beberapa negara maju seperti Belanda, keberadaan jalur sepeda terproteksi jadi hal biasa. Atau tetangga dekat Thailand, sudah lebih dahulu memiliki jalur sepeda yang aman buat pengendaranya.” Tambah Agung.

Lebih lanjut Agung menambahkan, sebaiknya Sahroni urus isu pelanggaran HAM di Papua atau KPK yang sedang di obok-obok ketimbang urus jalur sepeda Jakarta.

“Kami mendukung penuh langkah gubernur Anies Baswedan memfasilitasi warga Jakarta dengan jalur sepeda permanen. Jalan ibukota bukan cuma milik pengendara kendaraan bermotor saja, juga milik pesepeda dan pejalan kaki.” Tutup Agung.

GAJ akan terus mendukung kebijakan pembangunan hijau dan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dan jalur sepeda terproteksi ini salah satu kebijakan yang pro lingkungan hidup.

Infrastruktur jalur sepeda merupakan keharusan buat Jakarta sebagai kota layak huni.

Leave a Comment