Wujudkan Masyarakat Sehat Di DKI, Rekan Indonesia Rakor Dengan Dinkes DKI

MEGAPOLITANPOS. COM. JAKARTA- Dalam rangka mewujudkan pembangunan Preventif dan promotif kesehatan di DKI Jakarta yang berbasis partisipasi aktif warga, Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia DKI Jakarta melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta di ruang Auditorium Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Rabu (2/6).

Dalam rakor tersebut, dihadiri ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta, M. Tiana Hermawan. Sekertaris Wilayah Rekan Indonesia DKI, Ravindra Anan. Kepala bidang (kabid) Organisasi dan Keanggotaan, Halim Novico. Dan para ketua Kota Rekan Indonesia se-DKI Jakarta.

Sementara pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta hanya dihadiri oleh Sekertaris Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kabid Pelayanan Kesehatan, Kepala Unit Pelayanan Jaminan Kesehatan Jakarta dan Kabid Kesehatan Masyarakat, tanpa dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Dalam rakor tersebut, Rekan Indonesia menyampaikan beberapa hal diantaranya lemahnya sistem rujukan rumah sakit yang menjadi permasalahan serius di DKI Jakarta, sosialisasi program komunitas warga siaga (KWS), sosialisasi Jaminan Kesehatan Jakarta (Jamkesjak), dan laporan permasalahan kesehatan disetiap kota.

Martha Tiana Hermawan yang akrab disapa Tian mengatakan “Kami (Rekan Indonesia) siap untuk berkolaborasi dengan dinas kesehatan DKI Jakarta dalam membangun kesehatan yang lebih baik lagi di DKI Jakarta, kami menyampaikan permasalahan yang serius di DKI Jakarta yaitu Sistem Rujukan, dimana warga DKI Jakarta sulit untuk mendapatkan rujukan, juga rumah sakit yang kesulitan dalam menghubungi SPGDT rumah sakit terujuk dan sering sekali keluarga pasien yang diarahkan untuk membantu mencari rujukan, itu sudah melanggar Undang Undang rumah sakit”

Tian juga menyampaikan terkait program Komunitas Warga Siaga (KWS) dimana program ini sangat tepat dalam kondisi diera pandemi, selain dibentuk ditingkatan rukun tetangga (RT), sehingga KWS merupakan perwujudan partisipasi aktif warga dalam membangun upaya preventif dan promotif kesehatan dilingkungannya.

“KWS itu upaya membangun preventif dan promotif kesehatan berbasis partisipasi aktif warga, dibangun secara swadaya oleh warga untuk meningkatkan derajat kesehatan dilingkungan tempat tinggal warga” ungkap Tian.

Tian menambahkan, selain memberikan edukasi terkait informasi kesehatan langsung kepada warga. KWS juga melakukan pendataan di RT-nya mulai dari mendata golongan darah, ibu hamil, warga yang sakit, sampai mendata kendaraan warga yang boleh digunakan untuk membawa warga yang sakit ke EKTP atau FKTL” papar Tian.

“Hasil pendataan tersebut, kami diskusikan dalam rembug warga untuk bersama-sama memecahkan masalahnya. Sehingga solusi yang di dapat bisa menjadi landasan bergeraknya warga bersama-sama dalam mengatasi masalah kesehatan di kingkungannya. Tentunya juga melibatkan pemangku jabatan bidang kesehatan di lingkungan tersebut seperti kelurahan, kecamatan, puskesmas, dan RSUD Kecamatan” tambah Tian.

Menanggapi paparan KWS, Sekertaris Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Ani Ruspitawati mengatakan, dinkes DKI sangat mendukung apa yang Rekan Indonesia lakukan dalam membantu warga yang kesulitan di pelayanan kesehatan, terutama dalam hal membangun upaya preventif dan promotif kesehatan berbasis partisipasi aktif warga dalam bentuk KWS.

“Kami siap untuk berkolaborasi serta kami mengucapkan banyak terimakasih atas apa yang sudah dilakukan oleh Rekan Indonesia karena itu sangat luar biasa, untuk program KWS kami akan support, kami juga akan hubungkan dengan bagian kesmas kami, bidang pelayanan kesehatan dan upt jaminan kesehatan jakarta” kata Ani Ruspitawati.

Dinkes Akui Rujukan Tidak Berjalan Optimal

Sementara itu Kabid Pelayanan Kesehatan dinkes DKI Jakarta, dr Weningtyas Purnomorini mengaku sangat senang bisa melakukan rapat koordinasi dengan Rekan Indonesia yang selama ini telah banyak membantu dinkes dalam melakukan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga DKI.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa bertemu juga, selama ini kita saling hanya berkoordinasi melalui whatsapp untuk kendala warga DKI Jakarta untuk pelayanan kesehatan” ujar Weningtyas.

Weningtyas juga mengungkapkan dinkes DKI menyadari bahwa sistem rujukan yang selama ini dikritik oleh Rekan Indonesia memang menjadi perhatian khusus dinkes DKI.

“Dalam rujukan kami sudah tersistem dengan setiap rumah sakit yang ada di DKI Jakarta, hanya memang pengawasan kami yang kurang optimal namun itu akan menjadi evaluasi dan peningkatan kinerja kami agar sistem rujukan dapat berjalan dengan baik, sehingga ke depan tidak ada lagi keluarga pasien yang kesana kemari mencari RS rujukan yang mau menerima keluarganya” tegas Weningtyas.

Perlu diketahui juga bahwa DKI Jakarta masih sangat kekurangan untuk rujukan ruang highcare seperti ICU, ICU, NICU, PICU, HCU, dan lain lain. Hal ini disebabkan karena rumah sakit swasta masih banyak yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sehingga tidak memungkinkan merujuk ke RS Swasta tersebut.

“Harus kita dorong bersama-sama agar RS swasta banyak yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan baik ruang kelas 3 maupun ruang highcare” ujar Weningtyas.

Diakhir rakor, Dinkes DKI Jakarta akan mengagendakan untuk membahas detal kolaborasi seperti apa yang akan ideal untuk program komunitas warga siaga (KWS) agar dapat berjalan dengan baik.

Leave a Comment