Ngopi Bareng, Wabup Blitar Dengar Keluhan Warga Kekurangan Air Bersih

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Blitar- Bertempat di Pendopo Desa Sumberboto Kecamatan Wonotirto pada Kamis (03/06/21) Wakil Bupati Blitar H.Rahmat Santoso bertatap muka dengan sejumlah tokoh masyarakat dan Kepala Desa perwakilan dari Kecamatan Bakung,Wonotirto dan dari Kecamatan Kademangan dalam acara ngopi bareng.

Setelah menjabat sebagai orang nomor 2 di Kabupaten Blitar banyak harapan disampaikan kepada Wabup Rahmat Santoso, seperti masalah air bersih, pembangunan infrastruktur yang diharapkan ada pemerataan pembangunan, selama ini dirasa sangat jauh ketimpanganya, soal air bersih untuk Blitar Selatan seharusnya ada pembuatan sumur bor yang lebih banyak lagi jumlahnya, dan tidak ada lagi suplai air bersih saat musim kemarau.

Rahmat Santoso yang didampingi kepala OPD terkait, Ketua Bappeda dan Kepala Dinas Kominfo menanggapi keluhan masyarakat tersebut dalam masa jabatan ini akan fokus membangun infrastruktur Blitar Selatan dalam APBD Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), hal ini dilakukan karena semua anggaran ABPD sudah di ketok palu oleh DPRD.

“Semua anggaran sudah masuk perhitungan anggaran 2020, sehingga kami hanya bisa melaksanakan di PAK, setelah itu pada tahun 2022 hingga 2024 Blitar Selatan masuk saya jadikan skala prioritas pembangunan, saat saya mau sholat Ashar tadi saya kehabisan air kran, ungtung masih ada sedikit air di kamar mandi,” ungkapnya.

Selanjutnya dengan pembangunan Jalur Lintas Selatan, Pemerintah Kabupaten Blitar juga membangun jalan sirip sesuai perencanaan termasuk di Kecamatan Wonotirto, Bakung dan Kademangan .

Rahmat Santoso yang juga akrab disapa Mak Dhe Rahmat ini, dalam temu wicara juga menanggapi usulan sekolah gratis dijenjang Perguruan Tinggi, pihaknya menyampaikan untuk hal ini, Pemkab akan memberi bea siswa bagi masyarakat Kabupten Blitar yang di terima masuk di Universitas Negeri, dengan kebijakan tersebut spontan mendapat aplause para tokoh perwakilan yang hadir saat itu .

Terkait anggaran Pemerintah Kabupaten Blitar, Wakil Bupati juga menyinggung masalah pelayanan kesehatan di RSUD Srengat, untuk biaya operasional anggaran dari APBD sebesar 54 milyar. “Konsentrasi pembiayaan yang cukup besar itu namun belum menghasilkan apa apa, kami berupaya RSUD Srengat segera dijadikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dalam pelayanan kesehatan seperti RS. dr. Iskhaq Kabupaten Tulungagung gratis untuk semua tingkatan klas, untuk itu kami juga akan melaksanakan layanan Rumah Sakit gratis di Kabupaten Blitar,” imbuhnya.

Sementara itu Panggih Riadi Kepala Desa Sumberboto sangat mengapresiasi atas kehadiran Wakil Bupati dan rombongan, dengan kehadiran Wakil Bupati saya dan teman kepala desa serta tokoh masyarakat sangat senang .” Kami berharap apa masalah kelangkaan air saat musim kemarau, pemerataan pembangunan bisa terwujud, memang kenyataan yang sebenarnya seperti ini banyak jalan yang sudah rusak, bukti minimnya air disini juga dialami Pak Rahmat ketika akan sholat kehabisan air untuk wudlu, jadi ya malu nggak malu ini yang sebenarnya, ” pungkas Panggih Riadi .(za/mp)

Leave a Comment