Berkas Perkara Korupsi Dana Desa Hanjak Maju Dilimpahkan ke Kejaksaan

MEGAPOLITANPOS.COM (Pulang Pisau) – Penyidik Polres Pulang Pisau melimpahkan berkas perkara tahap 1 tindak pidana korupsi dana desa di Desa Hanjak Maju, ke Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Senin, 31 Mei 2021.

Mantan Kepala Desa Hanjak Maju TRS telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Tipikor Polres Pulang Pisau dalam perkara tersebut.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Yuniar Ariefianto melalui Kasat Reskrim Iptu Jhon Digul Manra membenarkan pelimpahan berkas perkara tersebut. “Hari ini sesuai dengan jadwal, berkas perkara tahap 1 kita limpahkan ke kejaksaan Negeri Pulang Pisau,” ujar Kasat.

Dugaan tindak pidana korupsi dana desa di Desa Hanjak Maju terangnya bermula pada tahun 2019 Desa tersebut mendapat alokasi DD sebesar Rp. 1.185.252.000 dan masuk dalam APBdes untuk kegiatan bidang pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat sebagai prioritas program pembangunan DD tahun 2019.

Dana Desa tersebut dicairkan melalui 3 tahap. Namun pada pelaksanaan program kegiatan pembangunan Desa Hanjak Maju tidak dilaksanakan sesuai dengan anggaran yang telah dicairkan.

Berkas perkara dugaan korupsi tersebut terang Jhon diperkuat dengan temuan Ahli Teknis Bangunan bahwa benar terhadap bangunan-bangunan yang dibuat menggunakan DD Hanjak Maju TA 2019 tersebut ditemukan adanya selisih volume.

“Setelah dilakukan audit penghitungan kerugian negara oleh BPKP Perwakilan Palangka Raya, ditemukan adanya penyimpangan yang melanggar aturan dan mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 262.739.300,” kata Jhon.

Tersangka dalam perkara itu diancam dengan pasal 2 Ayat (1) atau pasal 3 atau pasal 9 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor atau pasal yang telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No.2 tahun 2001 jo pasal 18 Ayat (1) huruf 6 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Tipikor yang telah dirubah dan ditambah dengan UU RI Ni. 20 tahun 2001 dengan ancaman seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Terkait pelimpahan berkas perkara Tindak Pidana Korupsi tersebut, Kasi Pidsus Kejari Pulang Pisau Ferry SH mengatakan Tim Jaksa Peneliti akan meneliti berkas, apakah sudah lengkap atau tidak secara formil atau materil selama 7 hari.

Ferry menjelaskan jika berkas yang dilimpahkan sudah lengkap maka akan di P21. “Jika belum terpenuhi maka akan diberikan petunjuk untuk dilengkapi,” pungkasnya.(Jam/red/MP)

COMMENTS

Leave a Comment