Yuk ke Malioboro, Dari Jakarta Bisa ditempuh Hanya Satu Jam

Jakarta( MEGAPOLITANPOS.COM): Tempat wisata Malioboro di kawasan Jogja tentu sudah tidak asing lagi.ya kawasan tersebut banyak menjual berbagai produk UMKM lokal dari mulai makanan dan minuman, tentu dengan harga yang relatif terjangkau.

Ke tempat lokasi tersebut walau tergolong murah, namun tetap saja bagi warga Jakarta memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, mulai dari tiket pesawat, akomodasi. penginapan dll.

Tidak halnya kawasan Malioboro Kekinian yang terletak di kawasan ekowisata Ciliwung kampung Parung Serab, Rtoo8/002, Sukmajaya Depok.

Dengan mengendarai Sepeda motor, Anda hanya perlu waktu 30 menit sampai satu jam dari Jakarta untuk bisa mencapai lokasi.

Dengan berbekal seadanya anda sudah bisa menikmati sajian ekowisata dari mulai tanaman herbal, berbagai tanaman hias, ikan hias, ayam, burung, biyawak, ular dll.

Selain itu anda pun sambil santai bisa menikmati musik dengan berkaroeke tentu dipandu dengan artis lokal yang ehm..menarik dan bagi yang suka badminton atau tenis meja disediakan sarananya.

Jangan dilewatkan, anda juga bisa menggali info tentang sejarah sekitar, ada lho sesepuh disana namanya pak Amil untuk wisata religius.

Untuk hidangan, anda tinggal pesan aja mau menu apa, sambil duduk di saung anda bisa ngeriung. Hidangan yang populer disana adalah Jengkol Sambel ala Mak Yam, Tape Ulie dsb.

Penata kawasan Ekowisata Sungai Ciliwung Kp.Serab,H. Sugianto yang juga berprofesi Ketua Rt008/02 menuturkan, dinamakan Malioboro Kekinian adalah inisiasi dari anak anak muda khusunya Remaja Karang Taruna.

Agar terkesan gaul dan dapat mengedukasi kawula muda untuk melestarikan Sungai Ciliwung yang aman, sehat, rapih dan indah(Asri). “Kalau di Jogjakarta Malioboro artinya mengembara,Kalau di Depok Malioboro Sungai Ciliwung ya artinya mengembara di sungai Ciliwung,” tukas Sugianto.

Berbagai ornamen lukisan kanvas tercorak di sekitar Jembatan Gantung dan Batasan Beton Turab Sungai, terkesan Abstrak dan artistik yang berkesan seni tinggi.

” Kedepan Turab Sungai akan diperpanjang sampai ke hulu, karena yang ada baru sekitar 30 meter, sisanya masih dalam pengajuan dan pembahasan di Musrenbang,” kata Sugianto.

Selain itu agar lebih khusus dan menarik pihaknya dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan salah satu Rumah Batik di Jakarta, “menurutnya bisa saja ekowisata Sungai Ciliwung dapat juga di jadikan Rumah Atau Kampung Batik,” kata dia.

Dia berharap selain ekowisata atau kampung batik, pihaknya akan bekerjasama dengan stakeholder untuk menggelar Bazaar Ciliwung,” dan tidak menutup kemungkinan bila pandemi usai kita akan mengadakan bazar rakyat disini bekerjasama dengan stakeholder terkait,” pungkasnya.( ASl/Red/Mp)

COMMENTS

Leave a Comment