MEGAPOLITAN POS.COM: Jakarta-Gubernur Anies Baswedan menargetkan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yaitu Intermediate Treatment Facility (ITF) akan selesai pada 2022. Namun hingga kini pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut terkendala bahkan terhenti.

Dalam rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta 3 Mei lalu, Pemprov DKI Jakarta menyampaikan bahwa dua ITF yang akan dibangun yaitu ITF Sunter dan ITF Zona Barat belum memasuki tahap pembangunan. Di mana pembangunan ITF Sunter terhenti dan terkendala pembiayaan, sehingga menunggu dana pinjaman pemerintah pusat, sementara ITF Zona Barat baru memasuki tahap Feasibility Study.

Untuk itu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Gubernur Anies memprioritaskan program ITF di sisa 1 (satu) tahun masa jabatannya.

“Pembangunan dua dari empat ITF tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dibuat Gubernur Anies, tapi hingga saat ini belum ada yang dilaksanakan,” ujar Wakil Ketua Fraksi PSI Jakarta, Justin Untayana.

Menurutnya pembangunan ITF ini mendesak dirampungkan untuk mengurangi ketergantungan Pemprov DKI terhadap Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TSPT) Bantargebang yang setiap harinya menampung 7000 ton sampah dari Jakarta. Terlebih Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat TPST Bantargebang diprediksi tidak dapat menampung sampah dari Jakarta lagi dalam waktu dekat.

“Jabatan Pak Gubernur tersisa kurang lebih satu tahun lagi, tetapi proyek yang direncanakan belum ada tanda-tanda pembangunan fisiknya. Ini bisa menjadi catatan warga Jakarta dan preseden buruk bagi beliau, jika tak serius menangani permasalahan sampah ini,” tambah Justin.

Tanpa adanya keseriusan untuk menjalankan program pengelolaan sampah, warga DKI Jakarta akan dirugikan karena adanya potensi penumpukan sampah yang tidak tertampung di Bantargebang.

Justin juga mendorong agar program-program pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti pengurangan sampah dari rumah dan program Bank Sampah atau pengolahan sampah dengan maggot juga terus digalakan sebagai solusi pengurangan dan pengolahan sampah dari sumbernya.

“Selain eksekusi program di hilir, upaya penanggulangan sampah juga harus dilakukan di hulu. Jadi, pelibatan masyarakat harus terus menerus dilakukan oleh Pemprov DKI,” kata dia.